kota Lubuk Linggau
Kota Lubuklinggau merupakan salah satu dari empat kota otonom yang ada di
Provinsi Sumatera Selatan. Luas wilayahnya 401,50 km2 dengan jumlah
penduduk tahun 2012 sebanyak 208.893 jiwa, sehingga kepadatan
penduduknya 520 jiwa per km2.
Kota Lubuk Linggau meliputi delapan kecamatan dan 72 kelurahan, dengan
kisaran jumlah penduduk setiap kecamatan antara 14.000 - 34.000,
sedangkan kisaran jumlah penduduk setiap kelurahan antara 400 - 7.500
jiwa. Adapun lima kelurahan dengan jumlah penduduk paling banyak
berturut-turut Taba Jemekeh (Kecamatan Lubuk Linggau Timur I), Cereme
Taba (Lubuk Linggau Timur II), Watervang (Lubuk Linggau Timur I),
Majapahit (Lubuk Linggau Timur I), dan Marga Rahayu (Lubuk Linggau
Selatan II).
No
|
Kecamatan
|
Luas (Km2)
|
Penduduk
|
Kepadatan
|
1
|
Lubuklinggau Barat I
|
54,81
|
31.321
|
571
|
2
|
Lubuklinggau Barat II
|
10,84
|
21.912
|
2.022
|
3
|
Lubuklinggau Selatan I
|
85,15
|
14.411
|
169
|
4
|
Lubuklinggau Selatan
II
|
37,26
|
27.866
|
748
|
5
|
Lubuklinggau Timur I
|
13,90
|
32.495
|
2.337
|
6
|
Lubuklinggau Timur II
|
10,12
|
31.644
|
3.126
|
7
|
Lubuklinggau Utara I
|
152,30
|
15.569
|
102
|
8
|
Lubuklinggau Utara II
|
37,11
|
33.675
|
908
|
|
|
|
|
|
|
Kota Lubuk Linggau
|
401,50
|
208.893
|
520
|
Sumber : BPS Kota Lubuk Linggau, 2013
Adapun batas wilayah Kota Lubuk Linggau meliputi sebelah selatan dengan
Provinsi Bengkulu (Kabupaten Rejang Lebong) ; sebelah barat dengan
Kecamatan Selangit (Kabupaten Musirawas); sebelah utara dengan Kecamatan
Stl Ulu dan Tugu Mulyo (Kabupaten Musirawas); serta sebelah timur
dengan Kecamatan Mauara Beliti (Kabupaten Musirawas).
Keadaan Alam
a.
Iklim
Kota Lubuklinggau mempunyai iklim tropis basah dengan variasi curah
hujan rata-rata antara 237,28 mm per tahun, dimana setiap tahun jarang
sekali ditemukan bulan kering. Selama tahun 2009 curah hujan tertinggi
terjadi pada Bulan Desember dan terendah pada Bulan Mei.
b.
Topografis
Wilayah Kota Lubuklinggau terdiri dari 66,5 persen dataran rendah yang
subur dengan struktur 62,75 persen tanah liat. Keadaan alamnya terdiri
dari hutan potensial, sawah, ladang, kebun karet, dan kebun lainnya.
Di Kota lubuklinggau tidak terdapat gunung berapi. Di bagian sebelah
barat kota ini terdapat sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit
Sulap.
c.
Keadaan Tanah
Keadaan tanah di Kota Lubuklinggau terdiri dari:
- Aluvial : warna coklat
kekuning-kuningan, dijumpai di bagian dataran Kota Lubuklinggau, sesuai
untuk padi sawah dan palawija.
- Assosiasi Gleihumus : meliputi 7,17 persen dari luas kota, sebagian
besar terdapat di Kecamatan Lubuklinggau Selatan, cocok untuk tanaman
padi.
- Litosol : digunakan untuk tanaman keras, rumput-rumputan dan ternak.
- Regosol : sebagian besar terdapat di
Kecamatan Lubuklinggau Selatan, cocok untuk tanaman padi, palawija dan
tanaman keras lainnya.
d.
Hidrologi
Di Kota Lubuklinggau terdapat sungai besar yaitu Sungai Kelingi yang
merupakan sumber air untuk irigasi lahan persawahan di Kota Lubuklinggau
dan sebagian Kabupaten Musi Rawas.
Pencemaran Udara Di Kota Lubuklinggau
Pada tahun ini 2014 masyarakat Lubuklinggau sempat di ganggu dengan munculnya kabut asap yang pekat di kota mereka . kabut asap di kota Lubuk linggau lebih disebabkan oleh Kabut asap kiriman dari daerah lain dan di karenakan juga oleh pembangunan proyek-proyek industri yang merusak lingkungan di kota mereka seperti kegiatan pembakaran hutan . kabut asap yang mulai menyelimuti langit Kota
Lubuklinggau, sangat mengganggu aktivitas masyarakat kendati tidak terlihat tebal kabut tersebut membuat mata
perih bagi setiap warga yang beraktivitas dan juga bisa membuat wabah penyakit ISPA bagi masyarakat .
beberapa hal yang dapat
dilakukan dalam mengantisipasi kemungkinan atas terjadinya kebakaran di
hutan.
- Membuat menara pengamat yang tinggi berikut ala telekomunikasi
- Melakukan patroli untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran
- Menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan
- Melakukan pemotretan citra secara berkala, terutama di musin kemarau
untuk memantau wilayah hutan dengan titik api cukup tinggi yang
merupakan rawan kebakaran
Apabila terjadi kebakaran hutan maka cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan adalah sebagi berikut;
- Melakukan penyemprotan air secara langsung apabila kebakaran hutan bersekala kecil
- Jika api dari kebakaran berskala luas dan besar, kita dapat
melokalisasi api dengan membakar dan mengarahkan api ke pusat
pembakaran, yaitu umumnya dimulai dari area yang menghambat jalananya
api seperti sungai, danau dan jalan
- Melakukan peyemprotan air secara merata dari udara dengan menggunakan helikopter.
- Membuat hujan buatan
Sumber :
http://www.artikellingkunganhidup.com/8-cara-mengantisipasi-kemungkinan-terjadinya-kebakaran-hutan.html
https://maps.google.com/maps?q=Lubuk+Linggau,+South+Sumatra,+Indonesia&hl=en&ll=-3.296824,102.862244&spn=0.993976,1.017609&sll=37.0625,-95.677068&sspn=50.02446,65.126953&oq=Lubuk+Linggau&hnear=Lubuklinggau,+South+Sumatra,+Indonesia&t=m&z=10